Pada hari pertama, mata pelajaran yang diujikan dalam gladi TKA adalah Bahasa Indonesia. Para siswa mengikuti kegiatan di laboratorium komputer sekolah dengan menggunakan perangkat yang telah disiapkan oleh panitia dan operator. Suasana pelaksanaan tampak tertib, dengan para peserta menempati perangkat masing-masing untuk mengikuti tahapan kegiatan sesuai arahan yang diberikan.
Pelaksanaan gladi TKA ini menjadi salah satu langkah penting bagi SMA Negeri 1 Kluet Timur dalam mempersiapkan siswa kelas XII menghadapi pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik. Melalui kegiatan gladi, peserta didik memperoleh kesempatan untuk mengenal alur pelaksanaan ujian, memahami penggunaan perangkat komputer, serta membiasakan diri dengan tata cara mengerjakan soal melalui sistem digital.
Kegiatan tersebut dikoordinasikan dengan melibatkan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum (Wakakur), Bustanul Huda, S. Ag., serta operator sekolah, Muhibuddin, S. Pd. Keduanya memiliki peran dalam mendukung kesiapan pelaksanaan gladi agar berjalan tertib, terorganisasi, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Sebanyak 37 Siswa Kelas XII Ikuti Gladi TKA
Sebanyak 37 siswa dan siswi kelas XII SMA Negeri 1 Kluet Timur menjadi peserta dalam kegiatan gladi TKA yang dimulai pada Senin, 12 Oktober 2026. Keikutsertaan seluruh peserta dalam kegiatan ini menjadi bagian dari proses persiapan akademik yang perlu dijalani dengan penuh kesungguhan.
Gladi TKA bukan sekadar kegiatan untuk mencoba mengerjakan soal, melainkan juga kesempatan bagi siswa untuk mengenali situasi ujian, melatih konsentrasi, serta memahami pentingnya kesiapan teknis sebelum mengikuti asesmen yang sesungguhnya.
Dalam pelaksanaan berbasis komputer, siswa dituntut tidak hanya menguasai materi pelajaran, tetapi juga mampu mengikuti petunjuk, mengoperasikan perangkat, mengelola waktu, dan menjaga ketelitian ketika menjawab soal. Oleh karena itu, pelaksanaan gladi diharapkan dapat membantu peserta mengurangi kebingungan ketika menghadapi tahapan ujian berikutnya.
Bagi sekolah, kegiatan ini juga menjadi kesempatan untuk memastikan bahwa sarana pendukung, perangkat komputer, dan kebutuhan teknis lainnya dapat dipersiapkan dengan baik. Dengan adanya gladi, berbagai kendala yang mungkin muncul selama pelaksanaan dapat dikenali lebih awal sehingga langkah perbaikan dapat dilakukan sebelum kegiatan utama berlangsung.
Kesiapan tersebut menjadi semakin penting karena pelaksanaan asesmen berbasis digital membutuhkan kerja sama antara peserta didik, guru, pengelola kurikulum, dan operator sekolah. Seluruh unsur tersebut perlu menjalankan perannya masing-masing agar kegiatan dapat terlaksana secara efektif.
Hari Pertama Diawali dengan Mata Pelajaran Bahasa Indonesia
Mata pelajaran Bahasa Indonesia menjadi materi yang diujikan pada hari pertama gladi TKA. Pemilihan mata pelajaran ini memberikan kesempatan kepada para siswa untuk mengawali rangkaian kegiatan dengan menguji kesiapan mereka dalam memahami bacaan, mencermati informasi, serta menggunakan kemampuan bernalar melalui bahasa.
Bahasa Indonesia memiliki peran penting dalam dunia pendidikan karena kemampuan memahami teks dan mengolah informasi diperlukan dalam berbagai bidang ilmu. Siswa yang memiliki kemampuan literasi yang baik akan lebih terbantu ketika mempelajari materi lain, memahami instruksi, serta menyampaikan gagasan secara jelas dan sistematis.
Dalam mengikuti gladi, para peserta diharapkan membaca soal secara teliti, memahami inti pertanyaan, dan menggunakan waktu dengan bijaksana. Kebiasaan tersebut tidak hanya berguna dalam pelaksanaan TKA, tetapi juga menjadi bekal untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi maupun menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
Pelaksanaan gladi juga mengingatkan siswa bahwa keberhasilan dalam asesmen tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menghafal materi. Kemampuan memahami konteks, menganalisis informasi, menarik kesimpulan, dan memilih jawaban yang tepat merupakan bagian penting dari proses belajar.
Karena itu, para siswa diharapkan menjadikan kegiatan ini sebagai sarana evaluasi diri. Hasil pengalaman selama gladi dapat dimanfaatkan untuk mengetahui bagian-bagian yang masih perlu dipelajari, memperbaiki strategi mengerjakan soal, dan meningkatkan rasa percaya diri dalam menghadapi tahapan selanjutnya.
Bustanul Huda, S. Ag.: Gladi Menjadi Kesempatan Membangun Kesiapan Siswa
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMA Negeri 1 Kluet Timur, Bustanul Huda, S. Ag., menjadi salah satu unsur penting dalam mendukung pelaksanaan gladi TKA. Dari sisi kurikulum, kegiatan ini memiliki arti strategis karena memberikan kesempatan kepada siswa untuk mempersiapkan diri sebelum menghadapi asesmen akademik.
Dalam komentar positif yang menggambarkan harapan pihak kurikulum, Bustanul Huda menyampaikan, “Kami berharap seluruh siswa dapat mengikuti gladi TKA ini dengan sungguh-sungguh. Manfaatkan kesempatan ini untuk mengenali sistem ujian, melatih konsentrasi, dan mengevaluasi kemampuan masing-masing. Persiapan yang baik, kedisiplinan, serta kemauan untuk terus belajar merupakan modal penting bagi siswa dalam menghadapi tahapan berikutnya.”
Ia juga menekankan bahwa para siswa kelas XII perlu menjaga semangat belajar dan tidak mudah merasa puas dengan kemampuan yang telah dimiliki. Masa kelas XII merupakan periode penting yang harus dimanfaatkan untuk memperkuat pemahaman materi, membangun kemandirian belajar, dan menyiapkan rencana pendidikan setelah menyelesaikan sekolah menengah.
Menurut pesan tersebut, siswa sebaiknya tidak menjadikan gladi sebagai kegiatan yang hanya berorientasi pada penyelesaian soal. Sebaliknya, mereka perlu melihatnya sebagai kesempatan untuk belajar mengenali kekuatan dan kekurangan diri sendiri.
Dengan demikian, kegiatan gladi dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi proses pembelajaran. Siswa memiliki kesempatan memperbaiki strategi belajar, sementara sekolah memperoleh gambaran mengenai aspek-aspek yang masih perlu diperkuat melalui pendampingan akademik.
Bustanul Huda juga diharapkan dapat terus mendorong koordinasi antara guru mata pelajaran dan unsur sekolah lainnya agar persiapan peserta didik berlangsung secara terarah. Kerja sama tersebut menjadi salah satu faktor pendukung dalam menciptakan pelaksanaan asesmen yang tertib dan memberikan pengalaman belajar yang positif bagi siswa.
Muhibuddin, S. Pd.: Kesiapan Perangkat dan Ketelitian Menjadi Bagian Penting
Dari sisi teknis, operator sekolah, Muhibuddin, S. Pd., memiliki peran dalam mendukung kesiapan perangkat komputer dan kelancaran sistem yang digunakan selama gladi TKA. Pelaksanaan asesmen berbasis komputer memerlukan perhatian terhadap kesiapan sarana, pengaturan perangkat, serta petunjuk teknis yang perlu dipahami peserta.
Dalam komentar positif yang menggambarkan harapan operator sekolah, Muhibuddin menyampaikan, “Kami berupaya mendukung pelaksanaan gladi TKA agar berjalan tertib dan lancar. Kami berharap para siswa dapat memanfaatkan kegiatan ini untuk membiasakan diri menggunakan komputer dalam pelaksanaan asesmen, mengikuti petunjuk dengan cermat, dan tetap tenang ketika mengerjakan soal.”
Ia menambahkan bahwa kesiapan teknis perlu didukung oleh sikap peserta yang disiplin dan bertanggung jawab. Siswa diharapkan mengikuti arahan yang diberikan, menggunakan perangkat sesuai ketentuan, serta segera menyampaikan kepada petugas apabila menemukan kendala teknis selama kegiatan berlangsung.
Pengalaman menggunakan sistem ujian berbasis komputer dapat membantu peserta menjadi lebih terbiasa dengan lingkungan asesmen digital. Dengan memahami prosedur sejak awal, siswa diharapkan dapat memusatkan perhatian pada soal dan tidak terlalu terganggu oleh hal-hal teknis yang sebenarnya dapat dipelajari melalui latihan.
Peran operator menjadi semakin penting karena pelaksanaan kegiatan tidak hanya berkaitan dengan perangkat komputer, tetapi juga dengan koordinasi dan kesiapan sarana pendukung. Dukungan teknis yang baik, disertai kepatuhan peserta terhadap petunjuk, diharapkan menciptakan suasana ujian yang nyaman dan kondusif.
Melalui gladi ini, sekolah terus berupaya memberikan pengalaman kepada siswa agar mereka lebih siap menghadapi asesmen berbasis digital dengan percaya diri.
Anwar Fadli: Gladi Membantu Siswa Lebih Siap Menghadapi Ujian
Salah seorang peserta gladi TKA, Anwar Fadli dari kelas XII-2, menjadi bagian dari 37 siswa yang mengikuti kegiatan hari pertama. Sebagai siswa kelas XII, pengalaman mengikuti gladi merupakan kesempatan untuk mengenali suasana ujian sekaligus menilai kesiapan diri dalam menghadapi asesmen akademik.
Dalam komentar positif yang menggambarkan pandangan seorang peserta, Anwar Fadli menyampaikan, “Menurut saya, gladi TKA sangat bermanfaat karena kami bisa berlatih sebelum menghadapi ujian yang sesungguhnya. Kegiatan ini membantu kami memahami tata cara pelaksanaan ujian berbasis komputer dan mengingatkan kami agar lebih teliti ketika membaca soal serta mengatur waktu.”
Ia juga berharap seluruh teman sekelasnya dapat memanfaatkan kegiatan tersebut untuk meningkatkan semangat belajar. Menurut pandangan itu, persiapan tidak cukup dilakukan hanya menjelang ujian, tetapi perlu dibangun melalui kebiasaan belajar yang teratur dan kesungguhan dalam memahami materi pelajaran.
Pengalaman pada hari pertama diharapkan memberikan dorongan kepada para siswa untuk lebih percaya diri. Apabila terdapat materi yang masih sulit dipahami, mereka dapat menjadikannya sebagai bahan evaluasi dan mendiskusikannya dengan guru untuk memperoleh penjelasan lebih lanjut.
Bagi Anwar dan teman-temannya, masa kelas XII merupakan kesempatan penting untuk mempersiapkan langkah berikutnya. Selain menyelesaikan pendidikan menengah dengan baik, para siswa perlu mulai merencanakan masa depan sesuai minat, kemampuan, dan cita-cita masing-masing.
Semangat belajar, ketekunan, dan kesiapan menghadapi tantangan menjadi nilai yang perlu terus dikembangkan sepanjang rangkaian gladi TKA.
Avrilia: Tetap Tenang, Teliti, dan Semangat Belajar
Peserta lainnya, Avrilia dari kelas XII-1, juga mengikuti pelaksanaan gladi TKA hari pertama dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia. Keikutsertaan siswa dari kelas XII-1 dan XII-2 menunjukkan keterlibatan peserta kelas XII dalam kegiatan persiapan akademik yang dilaksanakan sekolah.
Bagi Avrilia, gladi menjadi kesempatan untuk membangun kebiasaan mengerjakan soal dengan lebih teratur dan teliti. Dalam komentar positif yang menggambarkan harapan seorang peserta didik, Avrilia menyampaikan, “Saya berharap gladi TKA ini dapat membantu kami menjadi lebih siap dan percaya diri. Kami perlu tetap tenang, membaca soal dengan teliti, serta tidak mudah menyerah ketika menemukan pertanyaan yang sulit.”
Ia juga mengajak teman-temannya untuk menjaga semangat dan memanfaatkan waktu persiapan dengan sebaik-baiknya. Belajar bersama, mengulang materi, dan meminta bimbingan guru ketika mengalami kesulitan merupakan langkah yang dapat dilakukan untuk memperkuat pemahaman.
Menurut pandangan tersebut, keberhasilan dalam pendidikan membutuhkan usaha yang berkelanjutan. Siswa tidak perlu merasa takut menghadapi asesmen, tetapi perlu mempersiapkan diri melalui belajar secara konsisten dan membangun pola pikir yang positif.
Pesan tersebut sejalan dengan tujuan gladi TKA, yaitu memberikan pengalaman persiapan agar siswa lebih mengenal proses asesmen serta mampu menghadapi tahapan berikutnya dengan kesiapan yang lebih baik.
Semangat Avrilia dan Anwar Fadli menjadi gambaran harapan agar para siswa dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan secara tertib, menjaga motivasi belajar, dan saling memberikan dukungan dalam mempersiapkan masa depan.
Catatan redaksi: Kutipan Bustanul Huda, Muhibuddin, Anwar Fadli, dan Avrilia di atas merupakan draf komentar yang disusun untuk kebutuhan berita berdasarkan konteks kegiatan. Sebelum dipublikasikan sebagai pernyataan langsung, kutipan tersebut perlu dikonfirmasi kepada masing-masing narasumber.
Empat Hari Gladi TKA dengan Mata Pelajaran Berbeda
Rangkaian gladi TKA di SMA Negeri 1 Kluet Timur direncanakan berlangsung selama empat hari dengan mata pelajaran yang berbeda pada setiap harinya. Pengaturan tersebut memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengenali tahapan kegiatan secara bertahap sekaligus mempersiapkan diri menghadapi materi yang akan dikerjakan.
Adapun rangkaian mata pelajaran dalam gladi TKA tersebut adalah sebagai berikut.
Hari pertama, Senin, 12 Oktober 2026: Bahasa Indonesia. Hari pertama difokuskan pada kesiapan peserta dalam mengikuti asesmen Bahasa Indonesia. Siswa diharapkan mencermati bacaan, memahami informasi, dan menjawab soal dengan teliti.
Hari kedua: Bahasa Inggris. Pada hari kedua, peserta akan mengikuti gladi untuk mata pelajaran Bahasa Inggris. Kegiatan ini menjadi kesempatan untuk melatih pemahaman teks berbahasa Inggris, memperhatikan kosakata, serta meningkatkan kemampuan memahami informasi sesuai materi yang diujikan.
Hari ketiga: Matematika. Hari ketiga akan berfokus pada mata pelajaran Matematika. Para siswa diharapkan menggunakan kemampuan penalaran, memahami konsep, melakukan perhitungan secara cermat, dan mengembangkan strategi penyelesaian soal.
Hari keempat: Mata Pelajaran Pilihan. Pada hari keempat, gladi akan dilanjutkan dengan mata pelajaran pilihan. Peserta diharapkan mempersiapkan diri sesuai mata pelajaran yang diikuti serta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengenali bentuk asesmen dan mengevaluasi pemahaman materi.
Pembagian mata pelajaran selama empat hari ini memberikan ruang bagi siswa untuk memusatkan perhatian pada setiap bidang secara bergantian. Dengan persiapan yang teratur, peserta diharapkan mampu mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan lebih nyaman.
Para siswa juga perlu menjaga kesehatan, mengatur waktu istirahat, dan membangun rutinitas belajar yang seimbang. Persiapan akademik yang baik akan lebih optimal apabila disertai kondisi fisik dan mental yang mendukung.
Gladi TKA sebagai Bagian dari Penguatan Mutu Pendidikan
Pelaksanaan gladi TKA di SMA Negeri 1 Kluet Timur menjadi salah satu bentuk upaya sekolah dalam mendukung kesiapan akademik siswa kelas XII. Kegiatan ini juga memberikan kesempatan untuk membangun budaya belajar yang disiplin, terarah, dan berorientasi pada peningkatan kemampuan peserta didik.
Dalam dunia pendidikan, kesiapan menghadapi asesmen perlu dibangun melalui proses pembelajaran yang berkelanjutan. Siswa membutuhkan kesempatan untuk memahami materi, berlatih menyelesaikan persoalan, mengembangkan kemampuan bernalar, serta memperoleh bimbingan ketika mengalami kesulitan.
Gladi dapat membantu peserta mengenali aspek-aspek yang perlu diperbaiki, baik dalam penguasaan materi maupun dalam mengikuti prosedur asesmen. Dengan demikian, pengalaman yang diperoleh tidak berhenti pada pelaksanaan ujian percobaan, tetapi dapat menjadi dasar untuk memperbaiki strategi belajar.
Di sisi lain, kegiatan tersebut juga menunjukkan pentingnya koordinasi di lingkungan sekolah. Dukungan wakil kepala sekolah bidang kurikulum, operator, guru, dan tenaga kependidikan menjadi bagian dari upaya menciptakan proses persiapan yang terorganisasi.
Melalui pelaksanaan kegiatan yang tertib, sekolah diharapkan dapat terus menumbuhkan lingkungan belajar yang mendorong siswa untuk berusaha secara maksimal, berani menghadapi tantangan, dan bertanggung jawab terhadap perkembangan akademiknya.
Keberhasilan pendidikan bukan hanya tentang hasil akhir, melainkan juga tentang proses yang dijalani siswa dalam membangun pengetahuan, keterampilan, dan karakter. Karena itu, setiap tahapan persiapan perlu dimanfaatkan sebagai kesempatan untuk belajar dan berkembang.
Menumbuhkan Optimisme Menuju Masa Depan
Hari pertama gladi TKA pada Senin, 12 Oktober 2026, menjadi awal dari rangkaian persiapan yang penting bagi 37 siswa kelas XII SMA Negeri 1 Kluet Timur. Dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia sebagai materi pembuka, kegiatan ini diharapkan membantu para peserta membangun kesiapan dan kepercayaan diri sebelum melanjutkan ke mata pelajaran berikutnya.
Dukungan Bustanul Huda, S. Ag., selaku Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, serta Muhibuddin, S. Pd., sebagai operator sekolah, menjadi bagian dari upaya mendukung kelancaran kegiatan. Sementara itu, partisipasi siswa, termasuk Anwar Fadli dari kelas XII-2 dan Avrilia dari kelas XII-1, menunjukkan pentingnya keterlibatan peserta didik dalam memanfaatkan kesempatan belajar yang tersedia.
Seluruh siswa diharapkan tetap menjaga semangat, disiplin, dan ketekunan selama empat hari pelaksanaan gladi. Mereka juga diharapkan mampu menjadikan setiap tahapan sebagai pengalaman untuk memperbaiki diri, memperkuat pemahaman materi, dan menyiapkan rencana pendidikan setelah lulus dari SMA.
Dengan persiapan yang matang, kerja sama seluruh unsur sekolah, serta komitmen siswa untuk terus belajar, SMA Negeri 1 Kluet Timur diharapkan dapat memberikan dukungan terbaik bagi peserta didik dalam menghadapi asesmen akademik.
Gladi TKA bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan salah satu langkah untuk mengenali kemampuan dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan berikutnya. Semangat untuk terus belajar, keberanian memperbaiki kekurangan, dan keyakinan terhadap potensi diri menjadi bekal penting bagi para siswa dalam meraih cita-cita.
Melalui kegiatan ini, SMA Negeri 1 Kluet Timur terus mendorong tumbuhnya generasi muda yang berpengetahuan, disiplin, percaya diri, dan siap melanjutkan perjalanan menuju masa depan yang lebih baik.

Posting Komentar